let's join in this giveaway!
yang beruntung bakalan dapetin ini loh.
berminat?
kalo mau tau lebih banyak tentang giveaway ini, coba klik aja disini
Thursday, April 5, 2012
Monday, March 26, 2012
Galau s-k-r-i-p-s-i
Satu bulan sudah aku menelantarkan seonggok skripsi di sarangnya. Hahaha. Satu bulan terakhir ini aku memang sedang sibuk-sibuknya. Ada banyak hal yang mengalihkanku dari seonggok skripsi tersebut.
- 1. Latihan Vocalista Angels (Vogels) seminggu 4x (sore-malem); selasa, kamis, sabtu, minggu.
- 2. Bantuin Mas Yoyo (Asisten Pelatihnya Vogels) nglatih paduan suara di Klaten dan Temanggung; senin dan rabu.
- 3. Nemenin temen jalan-jalan, hang out, wisata kuliner, piknik, dll.; hampir tiap hari (pagi, siang, sore).
Hampir tiap hari aku pasti ada kegiatan. Semua kegiatanku itu bener-bener menyita waktuku. Dan nggak kerasa sudah satu bulan aku menjalani rutinitasku yang gila-gilaan dan bikin capek badan tersebut.
Beberapa jam yang lalu, aku mencoba membuka laptop dan mencari folder SKRIPSI, lalu kubuka file editChapter2. Jreng… jrengg… jrengggg… aku coba baca kembali bab 2 yang belum aku revisi tersebut. Setelah itu aku ambil hard copy yang sempet dikoreksi sama bu dosen. Lalu aku pantengin tuh layar dan beberapa lembar kertas yang dicoret-coret. Seketika itu juga kepalaku terasa pening sekali. Mataku berkunang-kunang. Ingin pingsan rasanya. Aku bener-bener lupa apa aja yang harus diganti dan direvisi. Di kertas itu bu dosen hanya mencoret-coret. Dan aku bingung dengan maksud semua coretan beliau itu. OMG! A big disaster comes to me >_< aku hanya bisa menganga dan bingung harus melakukan apa. Hanya satu kata yang nyantol di otakku. STUCK! That’s it. Huaaaaaa.. bener-bener STUCK banget. Nggak tau harus digimanain tu coretannya bu dosen. Nggak tau harus nulis apa untuk revisinya. Aaarrrrggghhhhhh… seketika itu juga langsung aku rebahkan tubuhku di kasur. Aku pejamkan mata sejenak, mencoba mengingat-ingat kembali. Tapi rupanya ingatanku sedang tidak beres. Lalu aku memutuskan untuk tiduran sejenak sambil meraih BlackBerry ku. Aku kirim pesan singkat lewat BlackBerry Messanger ke pacarku. Nggak berapa lama kemudian dia telpon. Dia mengatakan beberapa kalimat yang sanggup menghilangkan rasa pening di kepalaku, “sayang, istirahat dulu aja. Jangan dipaksain kalo emang lagi pusing. Udah satu bulan nggak ngerjain skripsi tu efeknya pasti kayak gitu kok. Yang penting sayang harus enjoy untuk ngerjain lagi. Sayang pasti bisa kok. Ya sayang?” seketika itu juga sakit di kepalaku langsung hilang. Dia memang motivator sejati buat aku. Apapun yang dia katakan selalu mampu membuatku semangat lagi “thanks sweetheart”.
Slow but sure!!!
*be fighting for SKRIPSI*
Friday, March 2, 2012
tragedi malam jumat kliwon
Hari ini aku latian nyanyi sama Vocalista Angels kayak biasanya. Tapi rupanya hari ini latiannya lebih santai, nggak kayak latian sebelumnya yang membuat badanku sakit semua karena aku dan teman-temanku harus nyanyi lagu Kaden Saja (lagu daerah Bali) dengan tarian khas Bali pula. Bisa dibayangkan bagaimana bentukku ketika menarikan tari Bali yang sangat rumit itu????
Latian hari inipun terasa sangat cepat, karena kami hanya mempelajari dua lagu baru (the cat came back & kami memuji kebesaranMu). Setelah selesai latian aku diminta tolong untuk ngebalikin keyboard karena kebetulan aku bawa mobil, jadinya kan lebih gampang ngangkutnya.
Sebelum ngembaliin keyboard, aku, prima dan edo mau ke kamar mandi, karena kami bertiga kebelet pipis. Nah kamar mandinya kan guedeeee banget tuh, si prima nggak berani sendirian lalu aku nemenin di dalem. Kami becandaan dan ketawa ngakak di dalem. Setelah kami selese pipis, lalu gantian edo. Tapi entah kenapa edo cepet banget pipisnya, nggak sampe 2 menit malahan. Setelah itu aku melihat raut mukanya berubah dan dia mengajak kami cepat2 menuju mobil. Ketika kami berjalan, kami mencium aroma dupa yang dibakar. Lalul kami mempercepat langkah kami dengan tidak mengucapkan sepatah katapun.
Lalu aku melajukan mobilku meninggalkan tempat tersebut menuju rumahnya Janar untuk jemput dia dan temannya. Kemudian kami ngembaliin keyboard, dan setelah itu kami ke SS (Super Sambal) untuk makan malam bareng (ditraktir Janar nih, hehehe). Ketika makan, aku dan teman-temanku malah ngobrolin tentang hal-hal absurd. Mmm maksudnya tuh hal-hal yang sebenernya tidak bisa diterima oleh akal sehat; such as ghosts, spooky place, etc. Aku cerita kalo aku pernah ketemu penunggu rumahku, dan ternyata si edo tau wujud penunggu rumahku tersebut, tapi katanya edo sih penunggu rumahku itu nggak ngeganggu. Trus prima cerita kalo di kost nya yang dulu ada nenek-nenek rambut putih panjang yang ada di kamarnya. Kemudian Janar juga cerita kalo di kost nya pernah ketemu sosok (hantu) cewek yang malah ngajakin Janar salaman. Lalu tiba-tiba si Prima menghentikan percakapan kami karena dia ngerasa merinding dan nggak mau dengerin cerita-cerita kayak gitu karena malah akan membuatnya semakin takut.
Well, setelah selesai makan bareng, aku nganter edo pulang. Sejak dari SS si edo tu lebih banyak diem. Lalu ketika edo udah turun dari mobilku, aku gantian anter Prima, Janar dan temennya Janar. Nah pas di jalan tu entah kenapa kami semua diem, Cuma ada suara lagu-lagu dari MP3 ku yang mengalun di dalam mobil.
Nggak berapa lama kemudian sudah sampe di deket rumahnya Janar, mereka semua turun. Setelah mereka turun dan pintu mobil udah ditutup semua, aku mulai masukin gigi yang pertama, dan pedal gas mulai aku injak. Tiba-tiba aku mendengar kaca jendela mobil diketok-ketok untuk beberapa saat. Sontak aku langsung noleh belakang dan melihat kaca spion samping kanan, kiri dan atas. Aku nggak menemukan apapun atau siapapun disana. Seketika itu pula bulu kudukku mulai berdiri semua, dan aku sempat melirik kaca spion yg di atas tuh ada sesuatu (entah itu apa) yang duduk di belakangku, tapi aku mencoba untuk tenang dan volume MP3 mulai aku kencangkan dan aku nyanyi2 sendiri untuk mengusir rasa takutku. Lalu ketika aku sampe rumah, aku turun untuk ngebuka pintu gerbang dan pintu garasi. Dan ketika aku membuka pintu mobil dan (mencoba) menoleh lagi ke jok belakang tuh aku masih melihat dan merasakan ‘sesuatu’ itu masih ada disana. Lalu aku cepat-cepat membuka pintu gerbang dan garasi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Setelah mobil aku parkirin di garasi, aku percepat langkahku ke lantai atas untuk menuju kamar. Lalu aku ganti baju, cuci muka dan gosok gigi di kamar mandi atas. Aku masih merasakan ada yang nggak beres dan hawa di sekelilingku sangat aneh. Lalu aku segera menuju kamar, dan membaringkan tubuhku di kasur. Ada perasaan lega ketika aku berada di kamarku, hawanya sudah berubah menjadi mendingan, tapi tetep aja kau was-was. Aku pejamkan mataku, tapi nggak bisa dan rasanya malah nggak ngantuk sama sekali. Beberapa saat kemudian si Prima sms, dia bilang kalo dia masih merinding banget sejak tadi. Lalu aku ceritain ke prima tentang kejadian janggal yang aku alamin setelah nganter dia tadi. Dia mengajakku berdoa bareng. Setelah itu aku FB’an sama edo, aku tulis di timeline nya tentang kejadian aneh tadi itu. Dia bilang kalo yang ngikutin aku tadi tuh ‘sesosok cewek’, trus edo juga nyuruh aku buat berdoa. Setelah itu aku berdoa syafaat, dan aku juga berdoa agar kuasa-kuasa kegelapan yang ada di sekitarku segera hilang. Aku nggak pengen ‘mereka’ menggangguku atau membuatku tidak nyaman. Dan seketika itu pula aku serasa diberi kekuatan untuk menghilangkan rasa takut dan cemas. Aku percaya jika “kuasa roh kudus dalam tubuhku jauh lebih besar dari kuasa-kuasa kegelapan di luar sana”. Setelah berdoa aku merasa jauh lebih baik, tapi aku masih merasakan kalo ‘mereka’ masih ada di sekitarku. Aku nggak mau mempedulikannya. Aku pengen bobok nyenyak. Aku udah serahi n semuanya dalam tangan kuasa Tuhan Yesusku.
*keesokan harinya*
Masih teringat jelas kejadian-kejadian aneh semalam, lalu aku mencoba untuk melihat kalender. Dan ternyata semalam itu “malam jumat kliwon”. Pantesan banyak kejadian aneh yang terjadi sepanjang malam kemaren. Hmmmpppfffff... smoga besok-besok nggak akan ngalamin kejadian-kejadian aneh seperti itu. Aku sangat bersyukur karena ‘six sense’ ku saat ini hanya sebatas ‘merasakan’ keberadaan mereka, walopun terkadang masih bisa ‘melihat’ sedikit. Dan ternyata kedua temanku edo dan janar tuh emang punya ‘six sense’.
JANGAN pernah takut pada apapun juga karena kamu punya TUHAN yang slalu ada disampingku dan kuasa roh kudus dalam tubuhmu itu jauh lebih BESAR dari kuasa-kuasa kegelapan di sekitarmu.
Friday, February 24, 2012
♥ love ♥ is you
this is how i feel
whenever i'm with you
everything is all about you
too good to be true
somehow i just can't believe
you can lay your eyes on me
if this is a fairy tale
i wish you will end happily
eventhough we are a part
i can feel you here next to me
here and now i will love
stay with me
let me love you with all my heart
you are the one for me
you are the light of my soul
let me hold you with my arms
wanna feel love again
wanna feel love again
wanna feel love again
and i know love is you
love is you
love is you
*a song entitled LOVE IS YOU by Ten2Five*
Monday, February 13, 2012
Summer 2012 = Cincinnati, Ohio, USA
I’ve got surprising news just now.
Gilak! Barusan aku dapet kabar yang membuatku lompat dari kasur. Tiba-tiba ada temenku dari Vocalista Angels (Vogels) yang nelpon aku, dia nanya tentang latian kemaren minggu. Tapi aku bilang ke dia kalo aku nggak berangkat latian soale aku pergi ke Semarang. Trus dia bilang kalo aku kepilih untuk jadi tim cadangan yg akan berangkat lomba World Choir Games (WCG) di Cincinnati, Ohio, USA.
Lalu aku coba buat nelpon temenku yang laennya.
Aku: “ehh gimana latian kemaren minggu? Katanya udah diumumin yang bakalan ikut tim WCG yaa?”
Temenku: “iyaa. Udah diumumin kok. Kemaren disebutin satu-satu anak-anak yang kepilih jadi tim inti”
Aku: “oh iya? Sapa aja?”
Temenku: “bla..blaaaa..blaaaa.. nah mas Y**** (pelatihku) milih kamu ada beberapa alasan. Yang pertama, dulu ketika kamu vakum dari Vogels itu kan kamu emang udah ijin, lalu setelah vakum bakalan aktif lagi, nggak kayak yang laennya, ada yang vakum tapi nggak ijin dan nggak bilang-bilang. Trus suara kamu tuh diperluin banget, kamu kan jadi penguatnya Alto, lagi pula kamu juga udah menguasai banyak lagu yang akan dipake buat lomba nanti”
Seketika itu pula aku jadi inget mimpiku semalam..
Di mimpiku itu aku crita ke dosenku kalo kesibukanku selain ngerjain skripsi tuh latian nyanyi sama Vogels.
Lalu dosenku bilang ke aku: “lho, emangnya latian-latian tsb nggak mengganggu proses penyelesaian skripsimu mbak? Yakin beneran mau wisuda bulan Mei nanti nih?”
Ketika ditanya seperti itu, sempat ada keraguan yang terbersit di benakku.. lalu aku mencoba menepisnya, dan aku bilang secara optimis sama dosenku “iya bu, saya yakin bisa ngerjain skripsi ini, dan wisuda bulan Mei nanti”
Nahh aku baru sadar kalo mimpiku itu bener-bener jadi kenyataan. Well, sekarang aku udah kepilih jadi tim inti untuk lomba paduan suara tingkat dunia di Ohio bulan Juli nanti. It means that latian rutin akan semakin gencar, seminggu bisa latian sampe 4x, dan jadwal latian pasti sore sampe malem. On the other hand, aku harus bisa membagi waktuku untuk ngerjain skripsi juga.
Smoga saja semuanya berjalan lancar. Smoga proses penyelesaian skripsiku lancar, smoga aku bisa lulus secepatnya dan bisa wisuda bulan mei nanti.
Smoga Vogels juga akan membawa berkat tersendiri untuk orang-orang yang slalu setia bernyanyi di dalamnya.
Smoga Tuhan selalu memberkati setiap langkahku, amin.
Saturday, January 21, 2012
Akhir Zaman [entah ini hanya mimpi atau sebuah penglihatan]
Entah untuk yang keberapa kali insomniaku kumat. Kebangun tengah malam adalah hal yang tidak enak. Di saat smua orang tidur terlelap dengan mimpi indah mereka, sedangkan aku harus bergulat untuk mendapatkan rasa kantuk agar segera cepat tidur.
Selama seminggu terakhir mungkin ini yang kelima (kalo nggak salah). Aku slalu saja uring-uringan kalo insomnia kumat gini. Biasanya aku kebangun sekitar jam 12an, dan baru bisa tidur jam 3an. Setelah itu jam 6 pasti sudah kebangun lagi. Aarrrggghhhh.. jam tidurku sangat-sangat terganggu. Ini menyebabkan aku sering pusing. Hmmppffff..
Baiklah, ada yang aneh dengan insomniaku semalam (tadi pagi). Seperti biasa aku kebangun jam 12an. Biasanya aku langsung ambil BB (BlackBerry) buat onlen twitter (berharap ada yang masih terjaga). Dan doaku terkabulkan, karena saat itu sedang rame-ramenya di Timeline. Lalu aku nimbrung ngalor ngidul sama mereka @henricaapucaa @hanililalumaris @yoyopram @DamarNyanyi .. nggak kerasa udah jam 2 pagi, dan timeline pun mulai sepi.
Sejurus kemudian aku teringat sesuatu yang pernah diomongin mommy.
She said “kalo kamu kebangun tengah malem, mending berdoa mbak. Biasanya orang yang suka berdoa tengah malem tu pasti doanya didenger Tuhan. Kalo tengah malem gitu kan biasanya waktu yang paling pas untuk komunikasi dua arah sama Tuhan.”
Lalu aku mempraktekkan apa yang mommy ku bilang. Aku letakkan BB ku dan mulai duduk bersandar pada tembok, lalu aku mulai doa syafaat. Ada banyak pokok doa yang aku naikkan.
Aku berdoa untuk proses pengerjaan skripsiku. Untuk ujian pendadaran. Untuk masa depanku. Untuk segala hal yang aku jalani.
Aku berdoa untuk daddy, mommy, dek enggi, dek ela, dek dara, tomi. Aku berdoa satu-satu untuk pergumulan mereka, untuk kesehatan, untuk pekerjaan/study, untuk segala hal.
Aku berdoa untuk pacarku (Mas Sandy) yang kerja di Balikpapan sana. Aku berdoa untuk kesehatannya. Untuk pekerjaannya. Untuk hubungan kami saat ini maupun ke depannya.
Aku berdoa untuk orang-orang terdekatku. Untuk sahabat-sahabat sejatiku, bukan teman palsu yang sering memanfaatkanku.
Setelah dirasa cukup, akupun mengakhiri doa syafaatku tersebut.
Lalu aku mulai mengantuk, dan aku memposisikan diri untuk tidur.
Nggak berapa lama kemudian aku merasakan berada di suatu tempat (bukan di kamarku) dengan segala hal yang terlihat (agak) asing bagiku.
Aku sedang berada di kerumunan, disitu ada beberapa anggota keluarga dan teman-teman. Tiba-tiba aku merasakan ada hal yang nggak beres terjadi. Tanah mulai bergoncang. Lalu tiba-tiba tanah di depanku mulai bergelombang dan menyebabkan retakan yang sangat besar. Tanah dan segala yang ada di atasnya mulai berguncang hebat. Tapi saat itu aku tidak merasakan tanah yang berguncang. Tanah tempatku berpijak tetap utuh dan diam. Aku hanya bisa melihat semua kejadian maha dahyat itu, sampai pada akhirnya aku merasakan sesuatu memanggilku (aku nggak tau yang manggil aku sapa, tapi sesuatu itu tak nampak). Ada perasaaan takut yang begitu hebat menyelimutiku, tapi ‘suara itu’ seakan membimbingku untuk tidak takut. Lalu aku menuruti apa yang ‘suara itu’ katakan. ‘suara itu’ berkata kepadaku “pada akhirnya kamu harus berusaha sendiri. Orang-orang yang kamu kasihi juga akan berusaha sendiri untuk bisa masuk ke kerajaanNya. Sekuat apapun usahamu untuk memasukkan orang-orang yang kau kasihi takkan membuat mereka dapat masuk sepertimu”. Aku hanya bisa terdiam dan melihat adikku yang seakan-akan sedang dalam tahapp penghakiman. Aku hanya bisa memandangnya. Adikku pun memandangiku, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Dia seperti meminta tolong padaku, tapi aku benar-benar tidak mempunyai otoritas untuk melakukan apapun. Saat itu perasaan senang dan sedih bercampur jadi satu. Senang karena aku merupakan pilihanNya. Sedih karena aku tidak bisa bersatu dengan orang-orang yang sangat aku kasihi.
Keesokan harinya, sekitar jam 6 pagi aku terbangun. Lalu aku menghadap kehadiratNya. Aku mengucapkan syukurku karena aku masih dibangunkanNya untuk dipercayakan membagikan kejadian-kejadian di mimpiku pada orang-orang terdekatku. Aku berterimakasih padaNya untuk nafas kehidupan yang baru. Aku memohon padaNya agar satu hari ini Dia memberkati setiap aktivitasku.
Setelah itu aku mengambil BB ku, ku pencet sebuah nomor, tak berapa lama kemudian terdengar suara dari seberang sana. Setelah bangun pagi dan berdoa biasanya aku selalu telpon Mas Sandy, sekedar mengucapkan selamat pagi dan menyemangatinya untuk satu hari ini. Kali ini aku menceritakan segala yang terjadi di mimpiku, biasanya dia akan membiarkanku bercerita sampai selesai, lalu dia akan berkomentar. Aku hanya bisa mengingatkan dia untuk slalu menjaga komunikasi dua arah denganNya, agar dia nggak lupa sama semua kebaikanNya yang udah dikasih Cuma-Cuma untuk dia. Sepertinya dia mengiyakan semua perkataanku.
Mungkin setelah ini aku bakalan cerita ke mommy tentang mimpiku, atau bisa dikatakan sebuah penglihatan yang ajaib. Semoga hidupku semakin berkenan di mataNya. Semoga aku nggak menyia-nyiakan semua kesempatan yang diberikanNya selagi aku masih diberi nafas kehidupan sampai saat ini.
2 Petrus 2:10 “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap”
Matius 24:44 “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga”
Yakobus 4:14 “Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap”
Wednesday, January 18, 2012
Aku, Dia dan Hujan
Gara-gara tiap hari hujan, aku jadi teringat beberapa kisahku yang berhubungan dengan hujan.
Hujan yang pertama kali kurasakan ketika sudah menjalin kasih bersama Mas Sandy tu terjadi sekitar bulan Desember tahun 2006 yang lalu. Saat itu kali pertama aku pergi ke Solo naek motor sendirian demi ketemu dia. Aku ke kost nya, trus kami makan siang bareng dan kami juga ke Solo Grand Mall. Nggak terasa udah sore, aku harus pulang ke Prambanan. Tapi mendung menyelimuti kota Solo. Dia nggak tega ngebiarin aku pulang sendirian. Lalu dia nganterin aku pulang. Saat itu pertama kalinya aku melingkarkan kedua tanganku di perutnya. Ada rasa takut, deg-deg’an campur sama seneng yang nggak ketulungan. Awalnya dia nyeletuk ngomong “kok nggak pegangan? Nanti jatuh lho” sambil cengar cengir dan sedikit menoleh ke belakang. Lalu sejurus kemudian aku meluk dia. Dan beberapa saat kemudian hujan mengguyur kota Solo, dan mengguyur tubuh kami juga. Aku Cuma bawa mantol satu. Dan saat itu aku bener-bener kedinginan banget. Aku sampe batuk-batuk dan menggigil kedinginan. Lalu dia memegang tanganku. Aku merasakan hangat tubuhnya mengalir ke tubuhku. It was wonderful! Entah kenapa aku merasa hangat ketika dia menyentuh tanganku.
Itulah pengalaman pertama hujan-hujanan sama dia. Setiap inget kejadian itu aku pasti senyum-senyum sendiri, hehehehe.
Lalu ada beberapa kisah tentang aku, dia dan hujan.
Saat kami jalan-jalan ke hutan wisata di Kaliurang tiba-tiba hujan deras datang. Lalu dia menggandeng tanganku dan kami berlari bersama mencari tempat untuk berteduh. Akhirnya kami menemukannya, dan berteduh disana kurang lebih selama satu jam lebih.
Lalu saat aku berkunjung ke Magelang (ke rumahnya) tu sering banget pas hujan. Dan biasanya kalo udah hujan gitu aku pasti ditahan sama mbah uti & mbah kakung untuk nginep disana. Kalo udah gitu mau nggak mau harus nurutin apa yang beliau bilang. Aku sih seneng-seneng aja, toh bisa berduaan sama dia. Hujan-hujan pula.
Trus ada cerita lagi nih.
Bulan November 2011 yang lalu kan aku diundang mbaknya dia untuk datang ke acara nikahannya. Ceritanya sih aku udah di Magelang sama dia, tapi tiba-tiba daddy nanyain STNK mobil. Dan aku baru sadar kalo STNK mobil tuh ada di dompetku. Besok paginya daddy mau ke Semarang, ke kantor PELNI. Yaa terpaksa aku harus pulang ke Prambanan untuk ngasih STNK tersebut. Akhirnya aku boncengan sama mas Sandy menuju rumahku. Dari Magelang udah hujan, dan mengharuskan kami untuk pakai mantol atau jas hujan. Ketika sampe Sleman tu udah nggak hujan, lalu kami berinisiatif untuk melepas mantol kami. Tapi nggak sampe 5 menit kemudian hujan lagi, lalu kami menepi dan pakai mantol lagi. Kami berencana untuk ke pasar Beringharjo untuk beli batik buat oleh-oleh temen-temennya mas Sandy di Balikpapan sana. Saat itu udah mau jam 5 sore. Sebenernya aku pesimis banget pasar Beringharjo masih buka. Dan ternyata ketika kami sampe sana emang udah mau tutup. Akhirnya kami bergegas untuk nawar sana sini, dan kami mendapatkan barang yang kami inginkan. Setelah itu kami balik ke rumahku di Prambanan. Ketika di rumahku nggak begitu lama, karena kami harus balik lagi ke Magelang. Saat itu aku melihat kelelahan di wajah mas Sandy, akhirnya aku berinisiatif untuk mboncengin dia balik ke Magelang.
Singkat cerita, aku mboncengin mas Sandy. Aku menerjang hujan deras. Ketika sampe ring road lagi-lagi hujan deras yang disertai angin mengguyurku, sampe-sampe jarak pandang hanya beberapa meter saja. Selama perjalanan aku Cuma bisa berdoa dan mencoba nggak ngebut. Ini pertama kalinya aku mbocengin mas Sandy ke Magelang. Biasanya dia nggak akan mau tak boncengin (mungkin gengsi kali yaa diboncengin cewek). Tapi kali ini dia mau, dan ini karena keadaan yang mengharuskan ku memboncengkan dia. Nggak kerasa 2 jam lebih aku bertarung melawan keganasan hujan, sampe akhirnya aku sampe Magelang dengan selamat, walopun badan terus menggigil.
Yaaa itulah sekelumit cerita tentang Aku, Dia dan Hujan.
Aku suka hujan ^_^
sebuah puisi: Aku, Dia dan Hujan
Hujan..
Mengingatkanku saat-saat bersamamu
Hujan yang menjadi payung kita
Ada banyak cerita di bawah guyuran hujan
Aku suka hujan
Aku bisa mengenangmu
Aku bisa merasakan kehangatanmu
Aku bisa mencium aroma tubuhmu
Aku bisa menikmati setiap tetesan hujan itu
Wahai hujan,
Kirimkanlah rasa rinduku padanya
Untuknya di seberang pulau sana
Kado Natal dari dia
Natal kemaren aku mendapatkan sebuah kado natal yang sangat mengejutkan dan membuatku senang bukan kepalang.
Jadi ceritanya begini.
Tanggal 25 Desember 2011 tu merupakan hari yang sangat sibuk bagiku. Paginya aku harus tugas jadi songleader ibadah natal. Trus setelah itu siang sampe sore aku jadi MC perayaan natal keluarga (untuk natal kali ini ternyata yang datang buanyaakk banget. Nggak Cuma sodara deket, tapi sodara-sodara jauh juga pada datang, padahal awalnya diprediksi kalo yang datang bakalan sedikit, ehh ternyata it was out of our expectation!). nah setelah perayaan natal keluarga selese, aku harus bantu bersih-bersih rumah dan segala kekacauan yang ditimbulkan selama acara berlangsung. Hedehhhh.. sampah-sampah berserakan dimana-mana.. ckckckckkck.. setelah itu malamnya aku berniat untuk istirahat lebih awal, tapi rupanya handpone ku bordering, ada sebuah panggilan masuk dari seseorang yang tiap hari selalu telpon aku, sapa lagi kalo bukan Mas Sandy Pratama^_^
Aku: “halo sayang. Capek banget nih. Hufttt.. seharian banyak aktivitasw yang melelahkan pi”
Dia: “halo cantik. Wahh capek banget ya? Sini tak pijitin, hihihihii”
Aku: “piye carane je?”
Dia: “hahahahaha. Ehh sayang, uang di atm mami ada berapa sekarang?”
Aku: “mmm.. terakhir mami cek sih kayaknya tinggal 60ribu deh pi, hehehe. Kenapae pi? Tumben banget nanyain atm mami?”
Dia: “nggak papa sih mi, ehh besok pagi coba dicek lagi ya atm nya”
Aku: “wewww.. kenapae pi? Palingan nggak mungkin bertambah lahh duitnya. Sapa juga yang mau ngirimin duit. Tanggal segini kan bapak nggak mungkin nransfer uang bulanan”
Dia: “yaa pokoknya besok pagi diliatin yaa atmnya, barusan papi transfer dua juta ke rekeningnya mami”
Aku: (shocked) “HAHHH?? APAAAAA??? DUA JUTAAAA??? Banyak banget pi” (aku bener-bener kaget sekaget-kagetnya, sampe-sampe aku lompat dari kasur saking nggak percayanya)
Dia: “lha katanya pengen punya Blackberry. Piye e mi?”
Aku: “ehh pi, sumpah yaa mami tu serasa nggak percaya. Papi bercanda kan?”
Dia: “hahahaha.. sayang..sayang.. buat apa papi bercanda. Mami kan pengen banget punya BB kan? Yaudah papi transfer duitnya, mami beli sendiri di Jogja yaa?”
Aku: “tapi kan itu banyak banget duitnya pi. Trus ntar papi gimana?”
Dia: “gimana, gimana maksudnya sih? Udahlah sayang.. besok duitnya diambil trus beli BB ya? Nanti kita bisa BBMan tiap hari. Oke?”
Aku: (mata berkaca-kaca) “pi, makasih banget yaaa? Mami nggak tau gimana ngungkapin rasa terimakasih sama papi. Saat ini mami nangis tau nggak sih pi. Mami nangis bahagia. Mami nggak nyangka kalo papi bakalan ngasih surpise kayak gini buat mami. Ini bener-bener bikin mami kaget tapi seneng banget pi. Makasih ya sayang. Mami sayang papi”
Dia: “iya sayang.. papi bakalan seneng kalo liat mami seneng kok. Papi pasti bakalan ngebahagiain mami dengan cara apapun”
Aku: “makasih sayang.. makasiiihhhhhhhh banget.. mami beruntung banget punya papi yang slalu bisa ngertiin mami dengan cara papi sendiri. Mami bersyukur memiliki papi”
Dia: “iya sayang”
Yaaa kira-kira begitulah isi percakapanku dengannya di suatu malam 25 Desember.
Akhirnya Blackberry curve 8520 warna putih (kalo punya dia warna item, emang sengaja kembaran sihh, biar kompak aja sihh, hehehehe) sudah ada di genggamanku sampe detik ini.
It’s because of him. Thank you my prince :-*
Jadi ceritanya begini.
Tanggal 25 Desember 2011 tu merupakan hari yang sangat sibuk bagiku. Paginya aku harus tugas jadi songleader ibadah natal. Trus setelah itu siang sampe sore aku jadi MC perayaan natal keluarga (untuk natal kali ini ternyata yang datang buanyaakk banget. Nggak Cuma sodara deket, tapi sodara-sodara jauh juga pada datang, padahal awalnya diprediksi kalo yang datang bakalan sedikit, ehh ternyata it was out of our expectation!). nah setelah perayaan natal keluarga selese, aku harus bantu bersih-bersih rumah dan segala kekacauan yang ditimbulkan selama acara berlangsung. Hedehhhh.. sampah-sampah berserakan dimana-mana.. ckckckckkck.. setelah itu malamnya aku berniat untuk istirahat lebih awal, tapi rupanya handpone ku bordering, ada sebuah panggilan masuk dari seseorang yang tiap hari selalu telpon aku, sapa lagi kalo bukan Mas Sandy Pratama^_^
Aku: “halo sayang. Capek banget nih. Hufttt.. seharian banyak aktivitasw yang melelahkan pi”
Dia: “halo cantik. Wahh capek banget ya? Sini tak pijitin, hihihihii”
Aku: “piye carane je?”
Dia: “hahahahaha. Ehh sayang, uang di atm mami ada berapa sekarang?”
Aku: “mmm.. terakhir mami cek sih kayaknya tinggal 60ribu deh pi, hehehe. Kenapae pi? Tumben banget nanyain atm mami?”
Dia: “nggak papa sih mi, ehh besok pagi coba dicek lagi ya atm nya”
Aku: “wewww.. kenapae pi? Palingan nggak mungkin bertambah lahh duitnya. Sapa juga yang mau ngirimin duit. Tanggal segini kan bapak nggak mungkin nransfer uang bulanan”
Dia: “yaa pokoknya besok pagi diliatin yaa atmnya, barusan papi transfer dua juta ke rekeningnya mami”
Aku: (shocked) “HAHHH?? APAAAAA??? DUA JUTAAAA??? Banyak banget pi” (aku bener-bener kaget sekaget-kagetnya, sampe-sampe aku lompat dari kasur saking nggak percayanya)
Dia: “lha katanya pengen punya Blackberry. Piye e mi?”
Aku: “ehh pi, sumpah yaa mami tu serasa nggak percaya. Papi bercanda kan?”
Dia: “hahahaha.. sayang..sayang.. buat apa papi bercanda. Mami kan pengen banget punya BB kan? Yaudah papi transfer duitnya, mami beli sendiri di Jogja yaa?”
Aku: “tapi kan itu banyak banget duitnya pi. Trus ntar papi gimana?”
Dia: “gimana, gimana maksudnya sih? Udahlah sayang.. besok duitnya diambil trus beli BB ya? Nanti kita bisa BBMan tiap hari. Oke?”
Aku: (mata berkaca-kaca) “pi, makasih banget yaaa? Mami nggak tau gimana ngungkapin rasa terimakasih sama papi. Saat ini mami nangis tau nggak sih pi. Mami nangis bahagia. Mami nggak nyangka kalo papi bakalan ngasih surpise kayak gini buat mami. Ini bener-bener bikin mami kaget tapi seneng banget pi. Makasih ya sayang. Mami sayang papi”
Dia: “iya sayang.. papi bakalan seneng kalo liat mami seneng kok. Papi pasti bakalan ngebahagiain mami dengan cara apapun”
Aku: “makasih sayang.. makasiiihhhhhhhh banget.. mami beruntung banget punya papi yang slalu bisa ngertiin mami dengan cara papi sendiri. Mami bersyukur memiliki papi”
Dia: “iya sayang”
Yaaa kira-kira begitulah isi percakapanku dengannya di suatu malam 25 Desember.
Akhirnya Blackberry curve 8520 warna putih (kalo punya dia warna item, emang sengaja kembaran sihh, biar kompak aja sihh, hehehehe) sudah ada di genggamanku sampe detik ini.
It’s because of him. Thank you my prince :-*
Galau Pendadaran
Ini postingan pertama di tahun 2012 ini.
Hufftt.. sudah memasuki tahun yang baru rupanya, nggak kerasa ya?
Sekarang ini udah pertengahan bulan januari. Time is running out (tanpa kita sadari).
Di bulan januari ini ada sesuatu yang bikin aku galau gila. Kali ini bener2 galau tingkat dewa.
Bukan masalah percintaan lhoo.. tapi masalah yang lebih kompleks dari sekedar percintaan. YOU KNOW WHAT!
It’s about GRADUATING PAPER and to be GRADUATED.
Beberapa hari yang lalu aku dikejutkan oleh kabar yang sangat-sangat membuatku harus terlonjak dari tempat duduk yang aku duduki.
Salah satu temenku bilang “ehh si okki, anggit, novi udah mau pendadaran lho”
Seketika itu juga aku langsung menyahut “whaaatttt??? Beneran tuh?”
Kalo si okki n novi sih aku percaya banget mereka bisa pendadaran secepat itu. Tapi kalo anggit tu aku sempet nggak percaya banget, karena pas terakhir aku ketemu dia (sekitar akhir November 2011) tuh dia sempet ngeluh ke aku kalo habis ganti karya puisi untuk skripsinya. Trus dia biilang kalo harus mulai dari awal lagi. Saat itu aku juga habis ganti judul skripsi (dengan karya yang sama). Jadi aku pikir saat itu kondisiku dan anggit sama-sama lagi galau gara-gara harus revisi semuanya dari awal. Tapi ternyata si anggit ini tangguh dan gesit sekali, dalam jangka waktu nggak sampe 2 bulan dia bisa nyelesein skripsinya yang lebih dari 50 lembar itu. WOW! Standing applauses for her. I give 4 thumbs up for her.
Aku bener-bener kagum banget sama temen-temenku yang mau ngejar wisuda februari nanti. Jerih payah dan kerja lelah mereka tiap hari nglembur bikin skripsi n focus ngerjain skripsi ternyata memang berbuah matang. Mereka sudah menuainya sekarang.
Semuanya emang butuh pengorbanan. I believe it! Mereka nggak mau maen, nggak mau hedon, nggak mau ikut temen-temen lainnya seneng-seneng, tapi mereka justru giat nyelesein skripsi mereka.
Memang ada harga yang harus dibayar untuk semua itu.
Dari situ aku merasakan motivasi besar yang menghampiriku untuk segera menyusul teman-temanku lulus secepatnya.
Wish me luck!
Targetku wisuda bulan Mei nanti. Aku harus bisa kejar target. Kalo temen-temenku itu bisa nyelesein skripsi nggak sampe 3 bulan, aku juga pasti bisa seperti mereka. Aku harus giat nulis lagi mulai sekarang. Aku juga harus rajin konsul sama bu Rio (Dosen Pembimbing Skripsi ku). Pokoknya aku harus bikin deadline untuk setiap progress yang aku inginkan. Smuanya itu berawal dari diriku sendiri. Orang-orang di sekitarku (daddy, mommy, mas sandy, temen-temen) hanya sebagai motivatorku.
Aku pasti bisa!
I can do it!
..to be graduated as soon as possible.
Subscribe to:
Posts (Atom)







