Wednesday, January 18, 2012

Aku, Dia dan Hujan


Gara-gara tiap hari hujan, aku jadi teringat beberapa kisahku yang berhubungan dengan hujan.

Hujan yang pertama kali kurasakan ketika sudah menjalin kasih bersama Mas Sandy tu terjadi sekitar bulan Desember  tahun 2006 yang lalu. Saat itu kali pertama aku pergi ke Solo naek motor sendirian demi ketemu dia. Aku ke kost nya, trus kami makan siang bareng dan kami juga ke Solo Grand Mall. Nggak terasa udah sore, aku harus pulang ke Prambanan. Tapi mendung menyelimuti kota Solo. Dia nggak tega ngebiarin aku pulang sendirian. Lalu dia nganterin aku pulang. Saat itu pertama kalinya aku melingkarkan kedua tanganku di perutnya. Ada rasa takut, deg-deg’an campur sama seneng yang nggak ketulungan. Awalnya dia nyeletuk ngomong “kok nggak pegangan? Nanti jatuh lho” sambil cengar cengir dan sedikit menoleh ke belakang. Lalu sejurus kemudian aku meluk dia. Dan beberapa saat kemudian hujan mengguyur kota Solo, dan mengguyur tubuh kami juga. Aku Cuma bawa mantol satu. Dan saat itu aku bener-bener kedinginan banget. Aku sampe batuk-batuk dan menggigil kedinginan. Lalu dia memegang tanganku. Aku merasakan hangat tubuhnya mengalir ke tubuhku. It was wonderful! Entah kenapa aku merasa hangat ketika dia menyentuh tanganku.

Itulah pengalaman pertama hujan-hujanan sama dia. Setiap inget kejadian itu aku pasti senyum-senyum sendiri, hehehehe.

Lalu ada beberapa kisah tentang aku, dia dan hujan.

Saat kami jalan-jalan ke hutan wisata di Kaliurang tiba-tiba hujan deras datang. Lalu dia menggandeng tanganku dan kami berlari bersama mencari tempat untuk berteduh. Akhirnya kami menemukannya, dan berteduh disana kurang lebih selama satu jam lebih.
Lalu saat aku berkunjung ke Magelang (ke rumahnya) tu sering banget pas hujan. Dan biasanya kalo udah hujan gitu aku pasti ditahan sama mbah uti & mbah kakung untuk nginep disana. Kalo udah gitu mau nggak mau harus nurutin apa yang beliau bilang. Aku sih seneng-seneng aja, toh bisa berduaan sama dia. Hujan-hujan pula.

Trus ada cerita lagi nih.
Bulan November 2011 yang lalu kan aku diundang mbaknya dia untuk datang ke acara nikahannya. Ceritanya sih aku udah di Magelang sama dia, tapi tiba-tiba daddy nanyain STNK mobil. Dan aku baru sadar kalo STNK mobil tuh ada di dompetku. Besok paginya daddy mau ke Semarang, ke kantor PELNI. Yaa terpaksa aku harus pulang ke Prambanan untuk ngasih STNK tersebut. Akhirnya aku boncengan sama mas Sandy menuju rumahku. Dari Magelang udah hujan, dan mengharuskan kami untuk pakai mantol atau jas hujan. Ketika sampe Sleman tu udah nggak hujan, lalu kami berinisiatif untuk melepas mantol kami. Tapi nggak sampe 5 menit kemudian hujan lagi, lalu kami menepi dan pakai mantol lagi. Kami berencana untuk ke pasar Beringharjo untuk beli batik buat oleh-oleh temen-temennya mas Sandy di Balikpapan sana. Saat itu udah mau jam 5 sore. Sebenernya aku pesimis banget pasar Beringharjo masih buka. Dan ternyata ketika kami sampe sana emang udah mau tutup. Akhirnya kami bergegas untuk nawar sana sini, dan kami mendapatkan barang yang kami inginkan. Setelah itu kami balik ke rumahku di Prambanan. Ketika di rumahku nggak begitu lama, karena kami harus balik lagi ke Magelang. Saat itu aku melihat kelelahan di wajah mas Sandy, akhirnya aku berinisiatif untuk mboncengin dia balik ke Magelang.

Singkat cerita, aku mboncengin mas Sandy. Aku menerjang hujan deras. Ketika sampe ring road lagi-lagi hujan deras yang disertai angin mengguyurku, sampe-sampe jarak pandang hanya beberapa meter saja. Selama perjalanan aku Cuma bisa berdoa dan mencoba nggak ngebut. Ini pertama kalinya aku mbocengin mas Sandy ke Magelang. Biasanya dia nggak akan mau tak boncengin (mungkin gengsi kali yaa diboncengin cewek). Tapi kali ini dia mau, dan ini karena keadaan yang mengharuskan ku memboncengkan dia. Nggak kerasa 2 jam lebih aku bertarung melawan keganasan hujan, sampe akhirnya aku sampe Magelang dengan selamat, walopun badan terus menggigil.

Yaaa itulah sekelumit cerita tentang Aku, Dia dan Hujan.
Aku suka hujan ^_^




4 comments:

Sandi Pratama said...

xixixixixi...

Adhisti Vega Kerleonis said...

kok commentnya cuma 'xixixixixi' sih sayang? what does it mean?
hahahhaha..

marii kita ujan-ujanan lagi, hhehehhee

covalimawati said...

waaah.. romantis bgt.. jd tersipu2.. #eh.. :D

Adhisti Vega Kerleonis said...

@covalimawati: lhoo.. kok malah kamu yg tersipu2 sih? hahahhahahhaaa...